AN UNBIASED VIEW OF AYAT INFAQ DALAM AL QURAN

An Unbiased View of ayat infaq dalam al quran

An Unbiased View of ayat infaq dalam al quran

Blog Article

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ قَالَ ‏ “‏ مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ أَوْ أَصْغَرَ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ ‏”

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ * أَلَمْ يَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ هُوَ يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ وَيَأْخُذُ الصَّدَقَاتِ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Pewakaf mendatangi pihak yang dipilih untuk menerima wakaf ayat suci tersebut, kemudian mengucapkan niat beserta ikrar secara jelas, lalu menyerahkan Alquran secara langsung kepada perwakilan; 

وَاَنْفِقُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ أي ابذلوا أنفسكم وأموالكم في طاعته ومراضيه سواء الجهاد وغيره كصلة الرحم ومراعاة الضعفاء والفقراء من عباد الله

Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam menafsirkan ayat yang mulia ini berkata : “Demikianlah, peringatan setan bahwa orang yang menginfakkan hartanya, bisa mengalami kefakiran bukanlah suatu bentuk kasih sayang setan kepadanya, juga bukan suatu bentuk nasihat baik untuknya.

Dengan memahami konsep ini, mudah-mudahan ia akan membawa sinar kefahaman yang mendalam serta memberi satu dorongan kepada kita untuk terus menyumbang dalam menjana kemajuan ummah. Amin.

Dalam beberapa riwayat yang disebutkan Ibnu Katsir dalam tafsirnya di antaranya menjelaskan bahwa ayat turun untuk segolongan kaum yang hendak melakukan jihad di jalan Allah, di mana satu di antaranya memiliki bekal lebih baik dari yang lain. Ia kemudian memberikan bekalnya kepada temannya yang membutuhkan. Sehingga tidak ada yang tersisa darinya sedikitpun, karena ia ingin menyenangkan temannya.

فَلَمَّا دَخَلُوا عَلَيْهِ قَالُوا يَا أَيُّهَا الْعَزِيزُ مَسَّنَا وَأَهْلَنَا الضُّرُّ وَجِئْنَا بِبِضَاعَةٍ مُزْجَاةٍ فَأَوْفِ لَنَا الْكَيْلَ وَتَصَدَّقْ عَلَيْنَا here إِنَّ اللَّهَ يَجْزِي الْمُتَصَدِّقِينَ

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنيَا نَفَّسَ اللهُ عنهُ كربَةً مِنْ كُرَبِ يومِ القيَامَةِ ومنْ يسَّرَ عَلى مُعسِرٍ يسَّرَ اللهُ عليهِ فِي الدُنيَا والآخِرَةِ ومَنْ سَتَرَ مُسْلِماً سَتَرَهُ اللهُ فِي الدُّنيَا والآخِرَةِ واللهُ فِي عَوْنِ العَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عونِ أخيهِ

Disamping, tentunya apa yang disediakan oleh Allah baginya dari pahala yang besar di akhirat. Di antara dalil-dalil itu adalah sebagai berikut.

Sayyid Qutub berkata: “Perlembagaan Islam tidak dimulakan dengan menyebut kewajipan dan tugas, tetapi ia dimulakan dengan pemberangsangan dan penjinakan hati. Ia memberangsangkan perasaan-perasaan dan emosi-emosi yang hidup di dalam diri manusia seluruhnya. Ia memaparkan satu gambaran dari gambaran-gambaran hidup yang segar, subur dan memberi hasil, iaitu gambaran satu tanaman yang merupakan hadiah bumi dan pemberian Allah, tanaman yang memberi berganda-ganda lebih banyak dari apa yang diambil olehnya dan tanaman yang hasilnya berganda-ganda lebih banyak dari benihnya. Ia memaparkan gambaran yang menarik itu sebagai perbandingan bagi mereka yang meng

Berangkat dari hal ini, Syekh Nawawi Al-Bantani dalam tafsirnya juga lebih spesifik dalam menafsiri ‘berinfaklah di jalan Allah’. Syekh Nawawi menjelaskan maksud ayat ialah perintah kepada umat Islam saat itu yang hendak melaksanakan umrah qadha dan berpotensi berperang dengan orang-orang muysrik di bulan Haram untuk memberikan infaknya di jalan Allah untuk melaksanakan umrah qadha

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّى * وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّى

Di antara janji Allah bagi orang yang suka bersedekah dan membelanjakan hartanya itu ialah melindunginya dari kepanasan kubur dan sedekah itu akan meneduhkannya di hari akhirat.

Report this page